Ticker

6/recent/ticker-posts

Geram dengan Praktik Pungli, Ganjar Pranowo Buka Layanan Aduan: Sekolah di Jawa Tengah Gratis!


Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, kembali memberi imbauan ke seluruh masyarakat perihal kanal aduan untuk mencegah pungutan liar (pungli) di lingkungan sekolah. 

Ganjar Pranowo mengatakan, bagi warga yang menemukan pungli terhadap siswa di SMA, SMK, dan SLB Negeri dapat melapor melalui Whatsapp 082329615325, atau melalui akun instagram @pdkjaateng atau melalui LaporGub!

"(Pungli) sudah dihandle. Aturan itu sudah lama, maka kalau tidak ada yang menjauhkan (pungli) ya saya ambil tindakan," ujarnya Ganjar Pranowo di Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jumat (14/7/2023).

Berdasarkan data LaporGub! total aduan pungutan di lingkungan sekolah per kabupaten dan kota sejak 1 Januari hingga 10 Juli 2023, sebanyak 284 aduan. 

Dari total aduan, ada 152 aduan selesai diproses, 69 aduan dalam tahap verifikasi, 45 aduab dalam progres, 17 aduan masuk kategori spam dan 1 aduan belum dijawab.

Ganjar Pranowo jelaskan, beberapa pungutan dikategorikan sebagai pungli antara lain:

- Uang gedung

- SPP

- infak

- Wisata

- Wisuda

- Jenis pungutan lainnya dalam bentuk apapun

Pengadaan seragam hanya boleh dilakukan secara mandiri oleh siswa, orang tua dan wali siswa.

Tidak diperbolehkan pengadaan seragam sekolah melalui satuan pendidikan, koperasi sekolah, guru, organisasi, lembaga sekolah, penunjukan toko maupun paguyuban. 

Merujuk kasus pungli temuan Ganjar Pranowo yang dilakukan pihak SMK Negeri 1 Sale Rembang, banyak pihak langsung mengapresiasi sikap dan ketegasan Ganjar Pranowo.

Hal itu dilihat dari jumlah penonton Instagram di akun pribadi Ganjar Pranowo terkait postingannya soal temuan pungli tersebut yang berjumlah 7 juta lebih.

Gubernur Jawa Tengah dua periode itu juga tegaskan seluruh biaya sekolah SMA, SMK dan SLB negeri di Jawa Tengah gratis dan tidak ada pemungutan biaya apapun.

"Kan saya begitu tidak boleh ada pungutan, orang pakai istilah lain infak. Jangan lah, jangan seperti itu ya saya sampaikan," tegas Ganjar Pranowo.

Ganjar Pranowo sebut, bagi sekolah yang kekurangan biaya terkait kegiatan pembelajaran maupun pembangunan atau perbaikan sarana dan prasarana sekolah, dapat mengajukan bantuan ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Tidak hanya itu, Ganjar Pranowo juga menyebutkan, biaya keperluan pendidikan di sekolah dapat diperoleh dengan banyak cara tanpa harus memberatkan siswa, orang tua siswa maupun wali siswa.

Contohnya, ungkap Ganjar Pranowo, dana urunan dari para alumni sekolah yang dapat jadi salah satu alternatif bagi pihak sekolah dalam mencari dana.

"Kita bisa kok merencanakan tanpa harus membebani siswa. Maka salah satu dulu ada sekolah yang kreatif,"

"dia minta ke alumni. Itu cara-cara yang bisa kita lakukan" ujar Ganjar Pranowo.



Posting Komentar

0 Komentar