Ticker

6/recent/ticker-posts

JAKARTA (22/7) || grhaputih.com

Kolom Rico Valentino

Food Estate 1
Prabowo gagal menanam singkong, gimana diharapkan bisa sukses memimpin Negara? Sebelumnya banyak pihak menilai Prabowo layak memimpin Negara. Setelah dilantik sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo memiliki kesempatan untuk membuktikan diri, ternyata kinerja beliau jauh dari harapan masyarakat. Selain polemik Prabowo membeli 12 unit Pesawat Tempur Mirage produksi tahun 1997 dengan nilai kontrak Rp. 12 triliun, kegagalan proyek Food Estate yang menelan anggaran sebesar Rp. 1.5 triliun, dengan lahan yang dibabat seluas 600 hektar mengundang banyak kritik. Sekali lagi kita tegaskan, Prabowo gagal menanam singkong di Food Estate, gimana bisa diharapkan sanggup memimpin Negara?


Kolom A. Najib

Food Estate 2
Pernah mimpin HKTI, tapi pertanian dan petani nya gak maju..
 Tapi diantara kisah menyedihkan diatas, Prabowo sukses menaklukkan korban yang pernah dia culik sendiri. Para korban penculikan Prabowo justru banyak jadi anak buahnya yg loyal. Siapa saja mereka? Benarkah mereka menderita _stockholm syndrome_? 

Satu lagi kesuksesan Prabowo, membesar parpolnya, Gerindra. Parpol yg berdirinya didahului parpol lain pasca reformasi seperti PAN, PKB, PKS, bahkan PPP dll itu kini sukses mengungguli mereka. Gerindra masuk dalam tiga besar parpol dengan perolehan diatas 10% bersama PDIP dan Golkar. Jika disandingkan dengan Golkar, Gerindra bahkan menang secara poll, tapi kalah secara vote. 

Yang tidak banyak disadari, perolehan massif suara Gerindra selama 2 kali pemilu terakhir ini adalah berkat koalisinya dengan parpol berbasis massa Islam seperti P3, PAN dan terutama PKS. Tebar pesona Prabowo di kalangan Islam politik justru menguras suara parpol Islam diatas. 

Setelah itu apa? The next pemilu 2024. Sepertinya Prabowo ingin pakai jurus tebar pesona lagi, tapi kali ini sasarannya bukan lagi kalangan islamist seperti dulu, tapi para Jokower. Prabowo faham banyak Jokower yang non partisan. Segmen ini yang sedang dibidik Prabowo. Setidaknya, jika dia gagal jadi presiden seperti pada pelpres pilpres yang lalu, suara parpolnya bisa lebih membengkak. Dan dengan kondisi Golkar yang sedang bleeding saat ini, bukan tidak mungkin Gerindra akan menjadi dua besar parpol baik secara poll maupun secara vote. Dan pada gilirannya nanti, hanya PDIP dan Gerindra yang akan berebut koalisi dengan parpol menengah  berbasis massa Islam. 

Maka dari itu. Seperti kata Bang Napi: waspadalah.... waspadalah ...

Posting Komentar

0 Komentar