Ticker

6/recent/ticker-posts

JAKARTA || grhaputih.com

Kolom A. Najib, 
Sie Logistik Grha Putih

Selamat Tahun Baru Islam 1445 Hijriyah 
19 Juli 2023. 
Alhamdulillah awal Muharram tidak ada perbedaan antara ormas Islam seperti yg terjadi pada awal Syawal dan Dzulhijjah kemarin. Tanpa perlu sidang itsbat di kemenag untuk menentukan awal bulan. 

Yang jadi pertanyaan mungkin, mengapa penentuan hari lebaran selalu "bermasalah"? 

Lebaran atau Ied umat Islam itu sebagai tanda berakhirnya masa puasa (shaum). Iedul Fitri sebagai penanda berakhirnya puasa ramadhan, dan Iedul Adha tanda berakhirnya puasa Arafah yg hanya 2 hari. Tidak seperti puasa ramadhan, puasa Arafah hukumnya Sunnah. Boleh dikerjakan dan tidak boleh dikerjakan. Nah disini titik krusialnya; karena puasa di hari lebaran itu hukumnya haram, maka penentuan tanggal hari raya atau Ied tadi menjadi bermasalah karena mungkin pimpinan ormas tidak ingin umatnya melakukan tindakan yg diharamkan agama. Berbeda dengan tanggal lain seperti awal Muharram ini yg tidak ada amalan khusus atau momen ritual tertentu yg disyariatkan agama. Paling hanya acara tertentu yg diselenggarakan sekelompok orang untuk dzikir dan muhasabah (introspeksi). Dan itu ya baik saja. Mau dilakukan, silahkan. Tidak melakukan juga tidak dosa. Begitu setidaknya menurut syariat agama. 

Mengapa perbedaan tanggal sering terjadi di Indonesia meskipun pemerintah lewat kemenag sudah berikhtiar mengakomodir aspirasi lewat sidang itsbat? 

Sebetulnya bukan hanya konsen pemerintah saja soal upaya penyatuan kalender hijriah ini. Para ilmuwan dan ahli Falak dunia juga sering berkumpul untuk membuat satu kalender hijriah universal yang bisa berlaku untuk semua umat Islam di dunia secara pasti seperti layaknya kalender Masehi. Rumus sudah dibuat, konsensus sudah disepakati, tapi satu hal yang belum pasti; ketuk palu dari penguasa. 

Kalender itu politis. Sejarah kalender dimanapun selalu politis, dan selalu penguasa atau kaisar yg membuat keputusan. Kalender Masehi yang kita kenal dengan kalender gregorian adalah hasil ketuk palu Paus Gregorius XIII yang merupakan revisi dari kalender Julian, yang tidak lain adalah Julius Caesar. Kalender hijriah diputuskan pemakaiannya oleh Khalifah Umar bin Khattab dengan mengambil momentum hijrah Nabi dari Makkah ke Madinah. Begitu juga kalender Jawa yang merupakan modifikasi kalender hijriah dengan Jawa kuno oleh raja Mataram, Sultan Agung. 

Islam mengenal yang namanya Ulil Amri, yakni penguasa yang harus ditaati dalam urusan negara dan sosial. Karena penentuan tanggal ritual penting ini (lebaran/Ied) ini berdimensi sosial, sebetulnya yang harus mengesahkan hari raya adalah pemerintah setempat, dengan segala bentuk mekanisme yang beragam. Bisa dengan pemerintah atau kerajaan memberi wewenang pada umat Islam untuk menentukan sendiri siapa wakil yang bisa mengetuk palu. Bisa juga pemerintah sendiri yang mengetuk palu berdasar pertimbangan dan masukan dari kalangan internal umat Islam. 

Di Mekkah, penentuan tanggal wukuf Arafah termasuk Iedul Adha ditentukan oleh kerajaan yang harus dipatuhi oleh semua jamaah haji yang berasal dari beragam penjuru dunia. Tidak peduli apakah harinya bareng dengan yang terjadi di negara asalnya. 

Di Cina, kalau kita di Beijing ada muslim quarter (area muslim) di Niujie dengan masjid antiknya yang khas sejak dinasti Ming. Masjid ini juga dilengkapi teropong untuk kepentingan rukyat hilal (moon sightings) untuk menentukan tangga penting. Di zaman penguasa Ming, hasil rukyat ini disampaikan ke kaisar untuk diumumkan kepada umat muslim. Meskipun kita tahu bahwa penguasa Ming bukan muslim, tapi dalam Islam harus tetap diakui sebagai Ulil Amri yang harus ditaati. 

Kesimpulan nya, seharusnya ketentuan awal bulan atau tanggal penting dalam Islam, selama masih belum ada konsensus universal yang sedang digagas beberapa kelompok ahli itu, diserahkan pada otoritas setempat, yakni pemerintah yang sah. Bukan pada ormas. Ini idealnya ya. Tapi semua butuh proses, apalagi di tahun yang menyebalkan ini, "tahun politik". Sepertinya ada politisasi atas perbedaan hari raya umat Islam di negeri ini.  Tapi mudah-mudahan sih bukan. Dan mumpung hari ini tidak ada perbedaan pendapat tentang jatuhnya awal Muharram, saya ucapkan:

Fi kulli aam wa antum bikhairin. Semoga sepanjang tahun ini, anda dalam keadaan baik. Amin.

Posting Komentar

0 Komentar