Ticker

6/recent/ticker-posts

Korea Tagih Cicilan Jet Tempur, Prabowo: Kita Akan Negosiasi!

Foto: Presiden menerima kedatangan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan putranya, Didit Hediprasetyo, sekitar pukul 12.00 WIB saat berada di kediamannya di Kota Surakarta. (Tangkapan Layar Instagram @sekretariat.kabinet)
JAKARTA || grhaputih.com

Dikutip dari cnbcindonesia.com - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengaku bakal melunasi tagihan pembayaran jet tempur KF - 21 atau KFX yang sempat ditagihkan Korea Aero Space Industry. Meski proses negosiasi akan terus dilakukan dengan pihak Korea Selatan.

"Ya itu memang akan kita negosiasi terus sama mereka, pokoknya kita akan penuhi komitmen kita," kata Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (26/6/2023).

Prabowo menjelaskan bakal memenuhi komitmen Indonesia dengan pihak Korea Selatan. "Ya, kita pokoknya penuhi komitmen kita kepada mereka," kata Prabowo.

Sebelumnya Korea Aerospace Industry (KAI) mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia hingga saat ini belum memberikan pembayaran lanjutan atas jet tempur KF-21 atau KFX sejak 2019. Jet tempur KF-21 adalah proyek pengembangan jet tempur canggih, gabungan antara Indonesia dan Korea Selatan.

Senior Manager & Chief KFX Joint Development Management Team Lee Sung-il mengemukakan bahwa pemerintah Indonesia sudah membayar 17% dari total kontrak. Sisa 83% lagi belum dibayarkan hingga saat ini.

"Korea membayar sebagian besar cost share dari 2016-2022. Kami struggling karena masalah budget sehingga kami harap pemerintah Indonesia dapat membayar proyek ini," tegas Lee dalam paparan dikutip dari paparan KAI, Minggu (3/6/2023).

Adapun, proyek ini berjalan sejak 2016 dan sempat mandek hingga 2019. Dalam kontrak yang diteken di zaman Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut, Indonesia berjanji akan membeli 48 unit pesawat, sementara Korea sebanyak 128 unit pesawat. Ini adalah proyek G-to-G atau antarpemerintah.

"Selama fase EMD, pemerintah Indonesia akan mengambil satu pesawat dan akan melakukan observasi teknologi, pengembangan, operasi, dan produksi," kata Lee.


ADVERTISEMENT

Korea Tagih Cicilan Jet Tempur, Prabowo: Kita Akan Negosiasi!

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
NEWS
 
26 June 2023 21:35
Presiden menerima kedatangan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan putranya, Didit Hediprasetyo, sekitar pukul 12.00 WIB saat berada di kediamannya di Kota Surakarta. (Tangkapan Layar Instagram @sekretariat.kabinet)
Foto: Presiden menerima kedatangan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan putranya, Didit Hediprasetyo, sekitar pukul 12.00 WIB saat berada di kediamannya di Kota Surakarta. (Tangkapan Layar Instagram @sekretariat.kabinet)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengaku bakal melunasi tagihan pembayaran jet tempur KF - 21 atau KFX yang sempat ditagihkan Korea Aero Space Industry. Meski proses negosiasi akan terus dilakukan dengan pihak Korea Selatan.

"Ya itu memang akan kita negosiasi terus sama mereka, pokoknya kita akan penuhi komitmen kita," kata Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (26/6/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prabowo menjelaskan bakal memenuhi komitmen Indonesia dengan pihak Korea Selatan. "Ya, kita pokoknya penuhi komitmen kita kepada mereka," kata Prabowo.

Sebelumnya Korea Aerospace Industry (KAI) mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia hingga saat ini belum memberikan pembayaran lanjutan atas jet tempur KF-21 atau KFX sejak 2019. Jet tempur KF-21 adalah proyek pengembangan jet tempur canggih, gabungan antara Indonesia dan Korea Selatan.

Senior Manager & Chief KFX Joint Development Management Team Lee Sung-il mengemukakan bahwa pemerintah Indonesia sudah membayar 17% dari total kontrak. Sisa 83% lagi belum dibayarkan hingga saat ini.

"Korea membayar sebagian besar cost share dari 2016-2022. Kami struggling karena masalah budget sehingga kami harap pemerintah Indonesia dapat membayar proyek ini," tegas Lee dalam paparan dikutip dari paparan KAI, Minggu (3/6/2023).

Adapun, proyek ini berjalan sejak 2016 dan sempat mandek hingga 2019. Dalam kontrak yang diteken di zaman Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut, Indonesia berjanji akan membeli 48 unit pesawat, sementara Korea sebanyak 128 unit pesawat. Ini adalah proyek G-to-G atau antarpemerintah.

"Selama fase EMD, pemerintah Indonesia akan mengambil satu pesawat dan akan melakukan observasi teknologi, pengembangan, operasi, dan produksi," kata Lee.

Saat ini, dia mengatakan sebanyak dua pilot dan 28 engineer asal Indonesia ikut berpartisipasi dalam pengembangan KF-21 tersebut. Hingga saat ini, pihak KAI sendiri masih menanti pembayaran lanjutan proyek ini.

"Saya percaya itu adalah pembicaraan G2G dan sedang didiskusikan," ujarnya.

Lee menambahkan pengembangan jet tempur ini seharusnya memiliki nilai ekonomi yang besar bagi Indonesia, yakni sebesar US$10 miliar. Bahkan, pengembangan ini nantinya dapat menciptakan lapangan kerja sebanyak 27.000 orang, ketika Indonesia mulai pengerjaannya sendiri. Adapun, biaya inducement production mencapai US$3,3 miliar.

"Ini adalah angka yang besar, tapi baseline-nya adalah selama pemerintah Indonesia berpartisipasi dalam EMD dan membeli pesawat yang sudah dijanjikan," tegas Lee.

Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) Kementerian Keuangan juga mengungkapkan anggaran untuk KF-21 sudah dialokasikan dalam APBN 2022 dan 2023. DJA pun mengungkapkan eksekusi pembayaran menjadi tanggung jawab Kementerian Pertahanan.

"Bisa koordinasi dengan Kemhan, karena proses pembayaran kan oleh Kemhan," ujar Dwi Pudjiastuti Handayani selaku Direktur Anggaran Bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan, dan bagian Anggaran Bendahara Umum Negara, Kemenkeu kepada CNBC Indonesia.(gp/tim) 


Posting Komentar

0 Komentar