Ticker

6/recent/ticker-posts

Lestarikan Tradisi Kebudayaan, Gardu Ganjar Pranowo Bersama Warga Gelar Ngabubur Suro

Demi melestarikan kebudayaan asli, masyarakat Kabupaten Pandeglang, Banten gelar tradisi unik setiap Bulan Muharam yakni ngabubur suro, pada Jumat (28/7/2023). 
JAKARTA || grhaputih.com

Dikutip dari TribunBekasi.com - Masyarakat Kabupaten Pandeglang, Banten memiliki tradisi unik setiap Bulan Muharam yakni ngabubur suro pada 10 Muharam 1445 Hijriah, Jumat (28/7/2023).

Kelompok sukarelawan bernama Gerakan Rakyat Desa Untuk (Gardu) Ganjar turut lestarikan tradisi kebudayaan itu bersama warga di Kabupaten Pandeglang.

"Hari ini mengadakan (pembuatan) bubur suro. Sudah tradisi kebiasaan masyarakat kami. Adanya, di Kampung Bengkok, Desa Karyasari, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten," kata Kordinator Gardu Ganjar Daerah Pandeglang, Muhlis, Sabtu (29/7/2023).

Kegiatan ngabubur suro yang digagas Gardu Ganjar bersama warga digelar secara serentak di empat lokasi yang tersebar di Desa Karyasari Kecamatan Cikendal dan Desa Sukamersari Kecamatan Kalanganyar, sebagai gambaran bahwa Ganjar hadir untuk semua.

Menurutnya, partisipasi para sukarelawan sekaligus untuk mensosialisasikan dan menggalang dukungan dari warga Kabupaten Pandeglang untuk bakal calon presiden 2024-2029, Ganjar Pranowo.

Muhlis mengatakan, keterlibatan kelompok sukarelawan Ganjar Pranowo mendapat sambutan yang hangat dari warga sehingga kegiatan tersebut dapat berjalan lancar dan meriah.

"Masak bubur, tanggal 10 Muharam itu harus merayakan bubur suro. Bahan-bahannya, beras, kacang, bumbu-bumbu, sop. Banyak ya tata caranya," kata salah seorang warga yang berpartisipasi, Adawiyah.

Tradisi memasak bubur suro dinilai menanamkan sikap gotong-royong karena proses memasaknya yang dilakukan secara bersama-sama, terutama kalangan ibu-ibu.

Sikap itu yang menjadikan Indonesia Tangguh.

Proses pembuatan bubur dilakukan dengan metode dan alat-alat tradisional seperti kompor kayu bakar kemudian diaduk secara manual dengan tangan selama sekitar dua jam.

Selain gotong-royong, tradisi tersebut juga dinilai meningkat jiwa sosial karena bubur yang sudah jadi kemudian dibagikan kepada orang yang membutuhkan dan anak yatim.

"Masaknya, beras dulu dimasukkan ke kuali terus pakai air, pakai api (dimasak), terus dikocek-kocek sambil membacakan hafalan (ayat suci Al Quran)"

"atau selawat hasbunallah wanikmat wakil nikmal maula wanikmannasir. Iya, (buburnya) dibagikan ke warga yang membutuhkan," ujarnya.

Kegiatan kali ini diakui lebih meriah berkat dukungan kelompok sukarelawan Ganjar, sehingga mereka pun siap mendukung Ganjar Pranowo menjadi Presiden Indonesia.

Warga pun berharap Ganjar akan memperhatikan wilayah Banten terutama dalam hal pembangunan infrastruktur jalan dan bantuan untuk masyarakat miskin, sehingga Rakyat menjadi Sejahtera

"Mudah-mudahan Pak Ganjar mendapatkan (menjadi presiden) yang terpilih untuk kita semua yang lagi miskin-miskinnya harap diperhatikan. Ke desa-desa harus terjun, bagaimana keadaan desa bagaimana keadaan kecamatan, " tutur adawiyah berharap." (gp/tim/Panji Bashkara)



Posting Komentar

0 Komentar