Ticker

6/recent/ticker-posts

Wanita Indonesia Jarang Lakukan SADARI untuk Mendeteksi Kanker Payudara, Berikut Langkah-langkahnya

Dikutip dari celebrities.id, Jakarta - Menurut data dari Kementerian Kesehatan, tercatat sebanyak 2,3 juta perempuan di dunia didiagnosis kanker payudara. Kanker Payudara pun salah satu penyakit yang banyak dialami oleh masyarakat.
Sekitar 70 persen pasien kanker baru berkunjung pada saat stadium akhir. Untuk mencegah hal itu, salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).
Sayangnya hingga saat ini masyarakat khususnya wanita kurang peduli untuk melakukan pemeriksaan. Peneliti dan Ahli Herbal dari Kementerian Kesehatan Dr Jusuf Kristianto MM MHA MPH PhD mengatakan, tak hanya masyarakat biasa, bidan dan perawat juga jarang melakukan SADARI.

"Jadi sebetulnya kan saya mengajar perawat dan bidan. Yang menarik meskipun mereka bidan dan perawat mereka diajarin breast care, mereka jarang melakukan SADARI. Meskipun mereka tahu kalau tidak dilakukan sangat berisiko. Makanya saya rajin edukasi cancer support untuk lakukan SADARI sehingga bisa deteksi dini," ujarnya saat ditemui dalam acara seminar dan deteksi dini kanker payudara di Pelataran FIB UI, Sabtu (21/1/2023).

Pengecekan SADARI sendiri bisa dilakukan setelah menstruasi dan saat mandi.

"Artinya early detection itu merupakan pilihan kita, jadi lakukan SADARI itu wajib untuk kita agar tidak terjadi kanker,” ucapnya.

Lantas bagaimana cara melakukan SADARI? Berikut langkah-langkahnya seperti dikutip dari Kemenkes.go.id.

Berikut langkah-langkah dari Yayasan Kanker Indonesia yang bisa Anda ikuti saat melakukan SADARI 7-10 hari setelah menstruasi:

Langkah-langkah melakukan SADARI
1. Berdiri tegak. Cermati bila ada perubahan pada bentuk dan permukaan kulit payudara, pembengkakan dan/atau perubahan pada puting. Bentuk payudara kanan dan kiri tidak simetris? Jangan cemas, itu biasa.

2. Angkat kedua lengan ke atas, tekuk siku dan posisikan tangan di belakang kepala. dorong siku ke depan dan cermati payudara; dan dorong siku ke belakang dan cermati bentuk maupun ukuran payudara.

3. Posisikan kedua tangan pada pinggang, condongkan bahu ke depan sehingga payudara menggantung, dan dorong kedua siku ke depan, lalu kencangkan (kontraksikan) otot dada Anda.

4. Angkat lengan kiri ke atas, dan tekuk siku sehingga tangan kiri memegang bagian atas punggung. Dengan menggunakan ujung jari tangan kanan, raba dan tekan area payudara, serta cermati seluruh bagian payudara kiri hingga ke area ketiak. Lakukan gerakan atas-bawah, gerakan lingkaran dan gerakan lurus dari arah tepi payudara ke puting, dan sebaliknya. Ulangi gerakan yang sama pada payudara kanan Anda.

5. Cubit kedua puting. Cermati bila ada cairan yang keluar dari puting. Berkonsultasilah ke dokter seandainya hal itu terjadi.

6. Pada posisi tiduran, letakkan bantal di bawah pundak kanan. Angkat lengan ke atas. Cermati payudara kanan dan lakukan tiga pola gerakan seperti sebelumnya. Dengan menggunakan ujung jari-jari, tekan-tekan seluruh bagian payudara hingga ke sekitar ketiak.

Dokter Jusuf mengatakan selain melakukan SADARI, masyarakat juga diimbau untuk menjalani gaya hidup sehat, yakni dengan mengonsumsi makanan sehat, tidak merokok, kelola stres dengan baik, dan istirahat yang cukup.

"Saya enggak mau wanita di Indonesia sampai terkena kanker, sampai diangkat payudaranya karena pasti akan jadi satu kecacatan buat dia," katanya.

SUMBER:
https://www.celebrities.id/read/wanita-indonesia-jarang-lakukan-sadari-untuk-mendeteksi-kanker-payudara-berikut-langkah-langkahnya-dk81r2?page=2

Posting Komentar

0 Komentar