Ticker

6/recent/ticker-posts

Bermodalkan Rp 500 Ribu, Peretas HP Gak Tamat SD Ini Raup Rp 1,5 M/Bulan sampai Punya Banyak Aset

JAKARTA || grhaputih.com

Dikutip dari sea.opperanews.com - Bermodalkan Rp 500 ribu, peretas handhone yang merupakan ayah dan anak ini meraup Rp 1,5 miliar per bulan.

Dari hasil meretas handphone dengan modus undangan, ayah dan anak asal Sumsel ini sampai punya banyak aset.

Padahal, keduanya ternyata tidak tamat SD dan hanya belajar meretas handphone secara otodidak saja.

Diakui dua tersangka ayah dan anak ini, mereka belajar meretas dengan modus APK belajar dari ototidak.

Ia mengaku belajar otodidak dari kawan-kawannya yang tergabung dari sebuah grup WhatsApp khusus para peretas.

"Saya belajar otodidak dari kawan-kawan," ujar peretas berinisial RJ (22), Selasa (8/8/2023).

Tersangka lainnya yang merupakan ayahnya IW (42) mengaku, tugasnya hanya membantu anaknya yakni menginputi nomor calon korban.

BERITA TERKAITq

"Hanya inputi," ucapnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) menangkap jaring peretas handphone modus APK yang membajak handphone milik Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi.

Para tersangka yang ditangkap sebanyak empat pria meliputi RJ (22) dan IW (42) warga Kayu Ara, Tulung Selapan,  Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan.

Dua tersangka lainnya masing-masing berinisial HAR warga Tisnogambar, Bangsalsari, Jember, Jawa Timur dan RD asal Pasir Wangi, Garut, Jawa Barat.

"Mereka saling kenal. Terbagi dua jaringan, jaringan membuat rekening dan peretasan," ucap Dirreskrimsus Polda Jateng Kombes Dwi Subagio.

Dua tersangka RJ dan RW merupakan ayah dan anak yang tugasnya yakni memesan file APK, menyebarkannya, melakukan peretasan, mengalihkan hasil transfer dan lainnya.

Sedangkan tersangka HAR dan RD bertugas melakukan pembuatan rekening untuk menampung kurasan uang hasil kejahatan.

"Dari bulan Juni 2023 mereka telah menyebar 100 APK, hasilnya 48 handphone berhasil dikuasai," jelas Dwi.

Dari 48 korban, para tersangka berhasil mengantongi uang hingga miliaran rupiah.

Pada aksi terakhir mereka, mereka berhasil mengantongi uang Rp1,5 miliar.

"Perbulannya rata-rata mereka dapat omzet Rp200 juta," katanya.

Adapun para tersangka mengaku, mendapatkan file APK dari sebuah grup WhatsApp khusus para peretas.

Mereka juga mengakui bahwa kapasitas APK juga beragam rata-rata sebesar 6 Megabyte (MB).

Selepas mendapatkan file APK lalu diubah nama filenya seperti undangan, surat pajak, surat pengiriman paket dan lainnya.(gp/tim)


Posting Komentar

0 Komentar