Ticker

6/recent/ticker-posts

Ganjar Pranowo: Masih Ada Sekolah Negeri Tarik Uang Seragam

JAKARTA || grhaputih com

Dikutip dari radarsolo.jawapos.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo masih mendapati adanya sekolah negeri yang menarik sejumlah uang dari orang tua siswa. Salah satunya dalam pengadaan seragam sekolah.

Hal itu diungkapkan Ganjar saat menghadiri konsolidasi pengadaan pakaian dinas harian dan seragam sekolah produksi dalam negeri bersama Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) di Balai Kota Surakarta, Kamis (24/8)..

Dalam sesi tersebut, Ganjar mengaku berbincang dengan sejumlah siswa yang mengatakan ada pembayaran yang ditarik oleh pihak sekolah. Setelah ditelusuri, ternyata tarikan itu untuk iuran gedung sekolah. Ini dinilai menjadi sebuah kegagalan dalam membangun integritas di ranah pendidikan.

Ganjar meng-upload temuan itu di media sosialnya dan ternyata masih banyak kasus serupa terjadi di beberapa wilayah. Dari sana Ganjar menyimpulkan masih adanya sejumlah tarikan uang di sekolah yang umumnya adalah uang seragam.

"Betapa sulitnya membangun integritas dan komitmen soal itu. Akhirnya saya perbolehkan asal harganya di bawah harga pasaran," tegas dia dalam kegiatan itu.

Untuk bisa menekan biaya seragam sekolah itu, Pemprov Jawa Tengah mendorong agar bisa membeli langsung kepada produsen-produsen seragam. Proses ini mestinya bisa dicapai lebih mudah lewat pengadaan melalui e-katalog yang sudah ada platformnya yakni Blangkon Jateng.

Melalui platform ini mereka bisa bernegosiasi agar belanja barang itu bisa ditekan dengan harga yang lebih murah. Dengan demikian pengadaan seragam tidak memberatkan orang tua siswa karena harganya jauh di bawah harga pasaran.

"Lewat platfrom ini bisa konsolidasi dan bisa lebih murah. Caranya lewat negosiasi. Jadi saat pelajar diminta beli seragam oleh sekolah, harganya bisa lebih murah dan dibawah harga pasaran. Saya izinkan asal harganya lebih murah, kalau mau seperti itu kami kasih fasilitasi," jelas dia. 

Ganjar menekankan belanja daerah bisa lebih efisien dengan e-katalog karena bisa lebih murah. Tujuannya agar konsumen bisa mendapatkan harga yang lebih baik. Sebab itu, dia mendorong seluruh kabupaten/kota untuk memanfaatkan e-katalog. Baik yang diselenggarakan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, maupun lewat LKPP.

"Salah satu yang kami konsolidasikan adalah seragam pegawai pemda dan sekolah. Kalau kemarin banyak yang protes seragam sekolah mahal sekarang bisa kami konsolidasikan. Makanya kami coba sosialisasikan pada pemda termasuk menggandeng UMKM di wilayah. Dan kalau ini berjalan akan makin transparan dan akuntabel, juga murah," beber Ganjar.

Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Hendrar Prihadi sengaja menggandeng Pemprov Jateng dalam peluncuran konsolidasi pengadaan pakaian dinas harian dan seragam sekolah produksi dalam negeri untuk e-katalog lokal Provinsi Jawa Tengah.

Menurut dia, konsilidasi pengadaan barang dan jasa itu penting dilakukan guna mempercepat penyerapannanggaran dan mendukung geliat UKM dan Koperasi lokal.

"E-katalog ini menjawab seperti yang diinginkan presidan terkait pengadaan barang dan jasa yang transparan, efektif, dan efisien. Makin banyak produk dalam negeri yang dibeli maka akan mampu menyerap tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi," jelas mantan wali kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu. (gp/tim/ves/bun)

Posting Komentar

0 Komentar