Ticker

6/recent/ticker-posts

Kenalkan Ganjar di Masyarakat, Relawan Bantu Pengatasan Stunting

JAKARTA || grhaputih.com

Dikutip dari indonesiadaily.net - Relawan Ganjar Pranowo yang tergabung dalam Almisbat (Aliansi Masyatakat Sipil untuk Indonesia Hebat) dan ASJB (Alumni Sekolah Jakarta Bersatu), melakukan sosialisasi terhadap figur Ganjar Pranowo, melalui Program Pengatasan Stunting. Program ini dilakukan dalam bentuk pemberian makanan tambahan anak dan pemeriksaan kesehatan. Kegiatan tersebut dilakukan bagi Bumil (Ibu hamil), Ibu dengan anak balita yang tinggal di RT 6 RW 08 Kelurahan Pekayon-Pasar Rebo Jakarta Timur.

Bobby Indroharto yang mewakili ASJB menjelaskan bahwa mereka akan menyerahkan susu, dan makanan tambahan bagi anak sebanyak 120 paket, serta pemerikasaan kesehatan bagi ibu dan bumil.

“Sumbangan ini murni hasil swadaya kami sendiri. Kita (ASJB dan Almisbat) berkolaboborasi, mengingat insidensi stunting di Indonesia sangat tinggi sebesar 21.6%. Ini yang menjadi perhatian kami. Dan kami akan membawa dokter Yusuf Kristianto anggota ASJB juga untuk penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan,” Ujar Bobby

Sementara Rizal Saly dari Almisbat menjelaskan bahwa Almisbat dan ASJB adalah relawan Jokowi yang mendukung Ganjar. Dan kegiatan ini selain mengenalkan Ganjar Pranowo ke masyarakat, sekaligus upaya membantu pemerintah Jokowi dalam rangka menyongsong Indonesia emas.

“Ini program Jokowi dan Almisbat adalah relawan Jokowi yang kemudian mendukung Ganjar. Kita tetap kawal Presiden Jokowi sampai akhir jabatannya,”  ungkap Rizal Saly yang akrab dipanggil Ical.

Ketua RW 08 Alen Milyar, sebagai tuan rumah menyambut baik kegiatan tersebut. Dia menjelaskan, RW 08 ada sekitar 1200 KK dibagi dalam 2 Pos Yandu, yaitu Pos Yandu Seruni 1 dan seruni 2.

“Kegitan kita ada di Pos Yandu Seruni 1 yang meliputi 7 RT, dan ada 120 orang Bumil dan Ibu dengan balita yang rutin memeriksa berat badan,” ujar Alen.

Untuk diketahui, tahun 2022 angka stunting secara nasional sebesar 21.6%. Ini memang menurun dibandingkan tahun 2021 yang besarnya 24.4%, tetapi penurunan itu sangatlah tidak berarti, hanya 2.8% dari 24.4% atau kurang dari 10%. Dan di Jakarta sendiri, dimana PDB nya terbesar dibanding propinsi lain (yang besarnya 1.953 triliun), masih ada 18.5% anak-anak yang mengalami stunting.(gp/tim/Gibran)


Posting Komentar

0 Komentar