Ticker

6/recent/ticker-posts

Kolom A. Najib

JAKARTA (16/08) || grhaputih.com

Teroris Lagi !

Berita tertangkapnya terduga teroris pada Senin 14 Agustus 2023 di sebuah perumahan kawasan Bekasi memang mengerikan. Betapa tidak, secara diam diam mereka, para teroris ini, tiba tiba berada tak jauh dari kawasan kita tinggal. Sebuah peristiwa yang mengingatkan saya pada cerita seorang teman.

Teman saya yg tinggal di Cikarang pernah cerita, gak jauh dari rumahnya, beberapa blok saja, pernah a

da penangkapan teroris. Dan itu tidak langsung tangkap begitu saja. Densus 88 menyamar jadi penjual keliling, jadi tukang sol sepatu keliling, tapi beberapa yg lain dengan masih menyamar mengeblok akses masuk rumah yg ditarget. Teman saya bingung kok beberapa hari ini jalan masuk ke rumahnya yg biasa dia lewati kok dibelokkan.. sampai disini dia masih belum ngeh ada apa . 

Baru beberapa hari kemudian, terjadi penggerebekan terduga teroris lengkap dengan semua barang bukti. Temen saya ini juga tidak tahu ternyata tetangga pengontrak rumah dekatnya adalah gerombolan teroris. Masalahnya mereka sangat sopan, dan pastinya relijiyes dengan semua atributnya. Ternyata di gudang nya tersimpan banyak bahan peledak .!

Densus 88 tidak gegabah dalam menangkap terduga teroris. Bahkan waktu nangkap pun lewat proses yg makan waktu beberapa hari seperti cerita temanku tadi. 

Selama ini upaya praperadilan oleh pengacara para tersangka teroris ini selalu gagal, karena densus punya bukti kuat dan tidak main main.. 

Pengamat teroris, cak Islah Bahrawi bilang, 99,90% persen teroris berpaham Wahhabi Salafi. Doktrin yg berbasis pada ajaran Ibnu Taimiyah dan dikembangkan Muhammad bin Abdul Wahhab awalnya dipakai ideologi untuk membangun kerajaan Saudi dengan melawan kekhilafan Utsmani di Turki. Doktrin ini kemudian dikembangkan untuk melawan orang Islam sendiri yang tidak sefaham dengan ajaran dia. Buku buku teologi nya juga berbeda dengan teologi yang dulu pernah kita pelajari. Ini yg sering saya bilang "faham dari negara api". 

Reportnya, ketika sebuah faham mengalami kollaps di negara asalnya, justru di negara pengekornya makin menguat. Contoh komunisme. Saat Cina dan Russia secara perlahan menanggalkan komunisme, justru komunisme makin menguat di negara ekor nya seperti Korut dan Cuba. Begitu juga dengan faham Wahabi Salafi ini. Saat Saudi dibawah pemerintahan Pangeran MBS mulai meninggalkan faham konservatif ini untuk membuat Saudi lebih modern, boleh jadi faham ini akan mencari inang ke negara ekor seperti Indonesia ini. Waspadalah . Anak turun faham ini dari Al-Qaeda, JI (Jamaah Islamiyyah), JAD (Jamaah Ansharud Daulah), ISIS hingga HT (Hizbut Tahrir) sudah didepak dari negeri gurun, tapi disini ada yang memungut lalu diasong ke anak cucu kita. Mereka lebih membahayakan dari thrifting, yang berjualan baju bekas impor. 

Dalam negara Pancasila, agama memang perlu. Tapi hati hati memilih guru agama.(gp/tim)

Posting Komentar

0 Komentar