Ticker

6/recent/ticker-posts

Koordinasi Pertama Grha Putih Korwil Kulonprogo dengan Tokoh-tokoh Masyarakat

JAKARTA (19/08) || grhaputij.com

Kulon Progo adalah sebuah kabupaten yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Ibu kotanya adalah Kapanewon Wates.


Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul di timur, Samudra Hindia di selatan, Kabupaten Purworejo di barat, serta Kabupaten Magelang di utara. Nama Kulon Progo berarti sebelah barat Sungai Progo (kata kulon dalam Bahasa Jawa artinya barat). Kali Progo membatasi kabupaten ini di sebelah Timur.

Kabupaten Kulon Progo terdiri atas 12 kapanewon, yang dibagi lagi atas 87 kalurahan dan satu kelurahan, serta 930 Pedukuhan (sebelum otonomi daerah dinamakan Dusun). Pusat pemerintahan di Kecamatan Wates, yang berada sekitar 25 km sebelah barat daya dari Kota Yogyakarta, di jalur utama lintas selatan Pulau Jawa (Surabaya–Yogyakarta–Bandung. Wates juga dilintasi jalur kereta api lintas selatan Jawa. 

Bagian barat laut wilayah kabupaten ini berupa pegunungan (Bukit Menoreh), dengan puncaknya puncak Suroloyo (1019 m), di perbatasan dengan Kabupaten Magelang. 

Sedangkan di bagian selatan merupakan dataran rendah yang landai hingga ke pantai. Pantai yang ada di Kabupaten Kulon Progo adalah Pantai Congot, Pantai Glagah Indah (10 km arah barat daya kota Wates atau 35 km dari pusat Kota Yogyakarta) dan Pantai Trisik.

Pembangunan Kulonprogo kini semakin pesat dengan keberadaan bandara baru YIA, Yogya International Airport, yang berlokasi di tepi pantai laut Selatan Kulonprogo.

 Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo optimistis Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA) yang baru diresmikan Presiden RI Joko Widodo, Jumat (28/8/2020) mampu mendongkrak pariwisata Jawa Tengah, terutama kawasan objek wisata Candi Borobudur.

Bandara baru yang dibangun untuk menggantikan Bandara Adisutjipto itu terletak di Kabupaten Kulon Progo, dan hanya berjarak 60 kilometer dari Candi Borobudur.

Ganjar yang turut hadir dalam peresmian itu meyakini, keberadaan bandara itu akan menambah daya tarik wisatawan berkunjung ke Borobudur. Sebab selain aksesnya mudah, jarak yang ditempuh juga semakin dekat dibanding turun di Bandara International Ahmad Yani Semarang atau Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo.

“Tentu sebagai orang yang cukup lama hidup di Yogyakarta, saya ikut senang. Sebagai Gubernur Jawa Tengah, saya merasa terbantu karena hubungan Yogya dan Jateng semakin akrab. Dan kami punya kepentingan untuk mengembangkan Borobudur,” kata Ganjar ditemui saat menghadiri peresmian Bandara Yogyakarta.

Ganjar sendiri memuji keberadaan Bandara Yogyakarta yang baru itu. Menurutnya, bandara yang dibangun dengan anggaran cukup besar itu memiliki desain dan interior yang sangat bagus.

“Hasilnya oke, tidak hanya sekadar fungsi manfaatnya yang bisa didarati pesawat jumbo, tapi interior dan detailnya bagus banget. Dan ini karya anak bangsa yang patut diapresiasi,” ucapnya.

Sabtu 19 Agustus 2023, tim Grha Putih Pusat yaitu Ketum Ahmad Akbar, Kasie Dana Sagit Hartono dan Humas Grha Putih Tenike Marfinosa, mengadakan pertemuan konsolidasi pertama dengan tokoh masyarakat Kulonprogo yang diinisiasi oleh Korwil Hariyono (Gonjes),

Pertemuan dilakukan di RM Omah Mbeji mulai jam 11.00 sampai dengan jam 14.00, dihadiri oleh 10 orang tokoh masyarakat Kulonprogo serta 4 tim Grha Putih Jakarta.

(gp/tim)


Posting Komentar

0 Komentar