Ticker

6/recent/ticker-posts

Kowarteg Ganjar Adakan Pelatihan Membuat Kue Putu di Kota Tangerang

JAKARTA || grhaputih.com

Dikutip dari liputan6.com - Berbagai upaya terus dilakukan Komunitas Warung Tegal (Kowarteg) Indonesia dukung Ganjar Pranowo untuk menebarkan manfaat kepada masyarakat. Salah satunya dengan gencar mengadakan pelatihan memasak bersama masyarakat, khususnya kaum ibu-ibu.

Koordinator Kowarteg Indonesia Noehrozi mengatakan, mereka mengadakan pelatihan usaha mikro kuliner berupa pembuatan kue putu ayu.

"Pelatihan ini menyasar para ibu rumah tangga prasejahtera yang ada di RT.04/10, Kebon Nanas, Kel. Cikokol, Kec. Tangerang, Kota Tangerang, Banten," ujar dia dalam siaran persnya, Selasa (1/8/2023).

Noehrozi berharap melalui pelatihan itu, para ibu-ibu bisa memiliki keterampilan dan ada ide untuk membuat usaha kuliner.

"Apalagi jajanan kue putu ini lumayan terkenal dan banyak yang suka. Sehingga bisa dijadikan usaha jualan," ujar dia.

Selain memberikan pelatihan, para pendukung Ganjar Pranowo itu juga menyerahkan sejumlah bingkisan kepada puluhan peserta yang ikut.

"Harapannya kami bisa meringankan beban mereka melalui pelatihan dan bantuan yang diberikan," kata dia.

Wardaniah, salah satu peserta pelatihan merespons positif upaya dari Kowarteg Indonesia tersebut.

"Pelatihan ini sangat bermanfaat dan kami mendapat pengetahuan baru," ujar dia.

Kegiatan tersebut juga diselipkan upaya sosialisasi sosok Ganjar Pranowo sebagai salah satu bacapres 2024.

Ganjar Utamakan Dialog

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menceritakan tantangan yang dihadapi oleh daerah terkait organisasi kemasyarakatan (ormas) yang kadang bergerak menolak investasi di wilayahnya.

Hal ini diungkapkannya saat menjadi keynote speaker pada webinar dengan tema 'Pemantapan Koordinasi Tim Terpadu Pengawasan Organisasi Kemasyarakatan Dalam Menjaga Stabilitas Sosial Politik, Keamanan, Ketenteraman, dan Ketertiban Umum' yang diadakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Selasa (1/8/2023).

Dalam webinar tersebut, Ganjar Pranowo menyoroti pentingnya pemberdayaan, pelatihan, pengawasan, dan pemantauan organisasi kemasyarakatan sesuai dengan Permendagri Nomor 56 tahun 2017.

Ia juga menekankan perlunya deteksi dini melalui Tim Terpadu Pengawasan Ormas, termasuk peran Bin Daerah, kepolisian, dan TNI dalam membentuk early warning system untuk mengantisipasi potensi masalah yang muncul dari ormas.

"Kita lakukan deteksi dini, peran Bin Daerah ini penting. Sehingga ada early warning system. Tentunya ada juga deteksi dan antisipasi dari kepolisian, TNI yang sering blusukan, dan di grup forkopimda ada early warning system," ujar Ganjar.

Meskipun mengakui bahwa ormas dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, namun ia juga mengakui bahwa terkadang ada ekses yang tidak baik dari aktivitas ormas.

Untuk itu, Politikus PDIP ini menekankan pentingnya sistem pengaduan dari masyarakat agar permasalahan dapat diatasi dengan cepat.

"Tapi ada satu dua ormas kadang-kadang melampaui. Karena banyak investasi masuk di Jawa Tengah, contohnya kemarin ada (investor) yang mengadu diganggu ormas X. Langsung saya telepon, dekati, ajak bicara apa maunya, representasi perusahaannya, setelah duduk bersama ini persoalan dalam investasi, ekses yang muncul karena akses nya buntu," ujarnya.(gp/tim)



Posting Komentar

0 Komentar