Ticker

6/recent/ticker-posts

Kunjungan Grha Putih ke Beberapa Panti Asuhan Anak Yatim di Daerah Depok

JAKARTA (8/8) || grhaputih.com - Pada saat melakukan cek kesehatan gratis untuk anak yatim dan dhuafa, hari Minggu 6 Agustus 2023,  tim medis Grha Putih membatasi peserta hanya untuk usia di atas 17 tahun, yang mana mereka adalah calon pemilih pemula di pilpres 2024.


Beberapa pengasuh yayasan anak yatim piatu yang ikut mendaftar sebagai peserta dalam acara kesehatan, menyampaikan bahwa kebanyakan anak yatim piatu dalam panti asuhannya usia di bawah 17 tahun, jadi tidak bisa mengikuti acara, padahal sebenarnya mereka juga ingin diperiksa.

Salah satu ustaz pengasuh yayasan anak yatim, ustadz Ja’far, menyampaikan harapan, agar Grha Putih juga “berkenan menyambangi panti-panti asuhan di sekitar Depok, agar dapat berbagi kebahagiaan dengan mereka, karena manfaat menyantuni anak yatim  sangat banyak sekali.”

“Anda ingin menyantuni anak yatim? Bersedekah atau memberikan sebagian harta kita kepada orang lain sudah di anjurkan dalam Islam serta mendapat pahala melimpah. Salah satu bentuk sedekah yang dianjurkan adalah dengan memberi santunan kepada para yatim piatu.” Tambahnya.

Menindaklanjuti usulan para pengasuh yayasan yatim piatu, maka Senin tanggal 7 Agustus 2023, sore setelah anak-anak yatim pulang dari sekolah masing-masing, tim Grha Putih  mengunjungi beberapa panti asuhan anak yatim untuk memberikan nasi kotak untuk makan malam mereka.

Dalam banyak literasi Islam banyak ditulis, Kenapa kepada anak yatim? Jawabannya adalah karena mereka sudah tidak memiliki kedua orangtua dan tak mampu secara material, mereka sangat membutuhkan bantuan dari orang lain. Oleh karena itu, orang-orang yang mampu hendaknya mengasihi serta mengayomi mereka.

Keberadaan orang tua sangat krusial bagi tumbuh kembang anak. Terlebih lagi dari sisi emosionalnya. Anak yang mendapatkan kasih sayang sempurna dari orang tua yang utuh berpotensi tumbuh dengan kecerdasan emosional yang baik.

Sayangnya, tidak semua anak diberi nikmat merasakan kasih sayang dari orang tua. Mereka disebut yatim saat ayah mereka meninggal dunia. Saat ibu mereka juga pergi meninggalkan mereka selamanya, sebutan yatim piatu menjadi panggilan mereka.
Islam sangat mengerti kondisi yatim piatu. 

Dalam banyak tempat di Al Qur’an dan Sunnah, Allah dan Rasulnya sangat menganjurkan untuk menyayangi para anak yatim. Setidaknya terdapat 23 kali anak yatim disebutkan dalam Al Qur’an. Menunjukkan betapa pentingnya memedulikan kelangsungan hidup mereka.

Surga dijanjikan untuk mereka yang bersedia menjadi orang tua asuh bagi para yatim yang malang. Setidaknya sampai sang yatim mampu hidup mandiri, tumbuh dewasa menjadi manusia seutuhnya yang berbudi dan mapan; tak jauh berbeda dengan anak – anak dengan orang tua utuh lainnya.

Lantas, apa saja keutamaan menyantuni anak yatim yang dapat kita peroleh? Berikut ini 10 keutamaan mengasihi dan menyantuni anak yatim yang perlu diketahui setiap muslim:

1. Dijamin akan Masuk Surga

Surga menjadi tempat impian semua orang, berbagai cara dilakukan umat muslim untuk memperoleh ridho Allah SWT dan mendapatkan tempat di surga-Nya.

Seperti yang kita tahu tujuan hidup manusia di dunia yaitu mempersiapkan bekal untuk kehidupan di akhirat.

Akhirat merupakan kehidupan abadi yang kekal dan menjadi tujuan akhir dari perjalanan hidup manusia.

Rasulullah SAW menjanjikan orang-orang yang menyantuni anak yatim sebuah tempat di surga, sebagaimana yang tertuang dalam salah satu haditsnya berikut ini:

“Orang-orang yang memelihara anak yatim di antara umat muslimin, memberikan mereka makan dan minum, pasti Allah memasukkannya ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni.” (HR Tirmidzi dari Ibnu Abbas).
Jadi, selama seseorang tidak melakukan dosa yang fatal hingga membuat Allah SWT enggan memaafkannya. Maka orang tersebut akan dijamin masuk surga seperti yang telah dijelaskan di dalam hadist di atas. 

Kata “memberi mereka makan dan minum” di sini tidak hanya dilakukan sekedarnya tapi harus dilakukan secara berkesinambungan, hingga anak tersebut tumbuh dewasa dan dapat menghidupi dirinya sendiri. 

Baca Juga : Dahsyat! Keutamaan Doa Anak Yatim yang Pasti Terkabulkan
2. Mendapatkan Pertolongan dari Allah SWT

Allah tidak hanya menjanjikan surga kepada orang-orang beriman yang mau merawat dan menyantuni anak yatim. Tapi Alla SWT juga akan memberikan uluran tangan kepada orang-orang tersebut ketika mereka mengalami masalah atau kesulitan. 

Hal ini di dasari oleh sabda Rasulullah SAW dalam hadits berikut ini:

“….Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya.” (HR Muslim dan Ashhabus Sunan dari Abu Hurairah).
3. Terhindar dari Siksaan di Akhirat

Siksaan di akhirat tidak seperti di dunia, yang mana siksaan tersebut sangat pedih dan menyakitkan.

Tentunya setiap orang tidak ingin merasakan siksaan tersebut, salah satu cara agar terhindar dari siksa akhirat yaitu dengan menyantuni anak yatim.

Keutamaan menyantuni anak yatim dapat membuat kita terhindar siksaan saat berada di akhirat. Seperti yang tertuang di dalam hadis riwayat Thabrani berikut ini:

“Demi Yang Mengutusku dengan haq, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat nanti orang yang menyayangi anak yatim, lemah lembut pembicaraan dengannya, serta menyayangi keyatiman serta kelemahannya.” (HR Thabrani dari Abu Hurairah).
Berdasar hadist di atas bisa disimpulkan bahwa orang-orang yang bersikap baik dan penuh kasih sayang kepada anak yatim, tidak akan disiksa oleh Allah di hari kiamat nanti.

4. Berkesempatan Menjadi Teman Rasulullah di Surga

Bertemu Rasulullah SAW di dalam mimpi saja sudah menjadi angan-angan setiap muslim. Apalagi menjadi teman Beliau saat di surga nanti, tentunya menjadi suatu impian besar yang membahagiakan.

Keutamaan menyantuni anak yatim memang begitu dahsyat hingga dapat membuat orang-orang yang melakukannya, berkesempatan menjadi tempat Rasulullah SAW saat kelak di surga. 

Begitu mulianya anak yatim hingga Allah SWT menjanjikan balasan yang istimewa, sebagimana yang tertuang di dalam hadist berikut ini:

“Aku dan orang yang mengasuh atau memelihara anak yatim akan berada di surga begini,” lalu beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah serta merenggangkannya sedikit.” (HR Bukhari, Tirmidzi, Abu Daud dan Ahmad dari Sahl bin Sa’d).
5. Mendapat Gelar Abror (Orang yang Taat kepada Allah)

Diberikan gelar oleh sesama manusia menjadi salah satu kehormatan bagi kita. Tapi bagaimana jika kita mendapat gelar dari Allah SWT?

Tentu keistimewaannya sangat luar biasa dan menjadi salah satu pencapaian dalam hidup, berikut hadist yang membahas tentang hal tersebut:

“Orang yang memelihara anak yatim di kalangan umat muslim, memberikannya makan dan minum, pasti Allah akan masukkan ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni.” (HR Tirmidzi dari Ibnu Abbas).

Baca Juga : Pengertian Santunan Anak Yatim dan Keutamaannya dalam Islam
6. Sebagai Amal untuk Bekal di Akhirat

Pasti semua orang sudah tidak asing dengan kalimat pepatah “apa yang kita tanam akan kita tuai” yang dapat digambarkan.

Tentang apa yang kita perbuat selama di dunia akan diganjar di akhirat nanti, baik perbuatan baik maupun buruk akan mendapatkan balasan yang setimpal.

Menyantuni anak yatim dapat diibaratkan sebagai investasi amal untuk bekal di akhirat, sebagaimana yang telah tertuang dalam hadits Rasulullah SAW berikut ini:

“Jika manusia mati atau terputus amalnya, kecuali tiga perkara: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat serta anak saleh yang selalu mendoakannya,” (HR Muslim Abu Hurairah).
Menyantuni anak yatim termasuk sedekah jariah yang akan membantu kita terhindar dari panasnya api neraka. Dengan memberikan santunan secara rutin kepada anak-anak yatim kita akan selamat di akhirat nanti.

7. Terhindar dari Golongan Pendusta Agama

Orang-orang yang menghardik anak yatim (berkata kasar, memaki, memukul, dan tindakan sejenisnya) akan termasuk dalam golongan pendusta agama. Seperti yang telah tertulis di dalam surat Al Mau’un ayat 1 hingga 3 yang di bawah ini:

“Tahukah kamu orang yang mendustakan agama, itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tiadk menganjurkan memberi makan kepada anak miskin.” (QS Al Ma’un, ayat 1-3).
8. Dilembutkan Hatinya

Tidak semua orang memiliki hati yang lemah lembut, ada juga sebagian yang sangat keras hatinya. Sehingga mereka sulit menerima nasehat dan menerima kebaikan dari orang lain. 

Orang-orang berhati keras dianjurkan mengasihi dan menyantuni anak yatim sebagaimana yang telah dianjurkan oleh Rasulullah SAW pada hadits berikut:

“Ada seseorang yang mengadu kepada Nabi Muhammad tentang kerasnya hati. Nabi menjawab: Silahkan beri makan orang miskin dan usap kepada anak yatim,” (Ibnu Hajar Al-Asqalani).
9. Mendapatkan Pahala yang Berlipat

Keutamaan menyantuni anak yatim selanjutnya yaitu akan mendapatkan pahala yang berlipat-lipat dari Allah SWT.

Pahala tersebut tidak hanya diberikan kepada kita tapi juga dapat bermanfaat untuk orang lain, bila dilakukan dengan penuh keikhlasan dan hanya mengharapkan ridho dari Allah SWT.

Seperti yang telah dijelaskan di dalam sabda Rasulullah SAW di bawah ini:

“Siapa saja yang menyeru pada kebaikan, maka baginya pahala yang sama dengan orang yang mengerjakannya,” (HR. Muslim, Tirmidzi dan Abu Daud dari Abu Mas’ud).
10. Mendapatkan Kebaikan yang Berlimpah

Keutamaan menyantuni anak yatim selanjutnya ini tertuang di dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairoh r.a. Pada hadist tersebut tertulis bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Barang siapa mengusap kepala anak yatim piatu laki-laki atau perempuan karena Allah, adalah baginya setiap rambut yang diusap dengan tangannya itu terdapat banyak kebaikan.”
Demikian, keutamaan menyantuni anak yatim yang sangat sayang jika kita lewatkan begitu saja, karena ada banyak keutamaan dan pahala yang akan kita dapatkan.

(gp/tim)

Posting Komentar

0 Komentar