Ticker

6/recent/ticker-posts

Luntas, Tempat Arek Suroboyo melestarikan Budayanya


JAKARTA (7/8) || grhaputih.com - Luntas adalah sebuah kelompok ludruk di Surabaya, Jawa Timur. Ludrukan Nom-noman Tjap Arek Soeroboio disebut Luntas memiliki pendekatan kontemporer terhadap kesenian ludruk. Pementasan yang dilakukan menggunakan judul, efek suara, musik, kostum, property, hingga cerita yang lebih kekinian dan menarik perhatian anak muda. 

Luntas sering melakukan pertunjukan di Gedung Pringgodani, Taman Hiburan Rakyat, serta hotel, Warung kopi, sekolah dan kampus-kampus sekitaran Surabaya. 

Sejak 2019 Ludruk Luntas adalah satu-satunya kelompok ludruk yang mandiri yang mempunyai Tobong/tempat pertunjukan sendiri. Dan tetap konsisten mengadakan pertunjukan tanpa menunggu tanggapan/ job dan jadwal dinas terkait. Dengan cara menjual tiket Luntas tetap konsisten mementaskan pertunjukan ludruk.

Anggota Luntas ternyata banyak yang merupakan alumni perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Surabaya, tokoh sentral dalam kegiatannya adalah Robert Bayonet and istrinya Aixa Paramita yang alumni Unair/Universitas Airlangga.


Di bulan kemerdekaan Agustus 2023 ini, akan mengadakan acara Ludruk Merdeka. Di belakang eksisnya The Luntas Indonesia, ada Hason Sitorus. Bukan Jawa. Bukan Surabaya. Nama belakangnya menunjukkan asal sukunya, Batak. Pendukung Robets Bayoned dan Luntas. Baginya, ludruk mengingatkan ia tentang masa kecilnya.

Mulai 12 Agustus 2023, Luntas akan menggelar ludruk keliling kampung bertajuk Ludruk Merdeka. 

Total ada 9 kampung di Surabaya yang dikunjungi. Maspati, Kutisari, Benowo Sawah, Gundih, Semanggi Kendung, Pagesangan, Petemon, Asem Jajar, dan Tambak Asri. 

Ada nama Hason Sitorus sebagai panitia. Produser Luntas itu adalah pembina. Ia dipasang pendiri Luntas, Robets Bayoned, ada di antara orang-orang Surabaya yang mengurus Luntas. Bersama Cak Kartolo dan Djadi Galajapo sebagai penasihat. 

Adanya marga Sitorus jadi keunikan tersendiri dalam sebuah ludruk yang biasa dipanggil cak. Seperti Kartolo Cs pimpinan Cak Kartolo, ludruk Gita Praja pimpinan Cak Heru Pamungkas dan sebagainya. "Memang Pak Hason bukan Surabaya. Ia orang Batak," kata Robets. 

Hason memang asli kelahiran Porsea, Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Tapi tinggal di Surabaya sejak 1988 hingga kini sehingga serasa orang Surabaya. "Saya yang memfasilitasi tobong ludruk untuk Luntas. Semua gratis. Robets dan kawan-kawan tak dikenakan biaya sewa sepeser pun. Yang penting, lestarikan seni budaya Surabaya," ujarnya, saat ditemui di Rumah Budaya Rakyat, Jalan Karamenjangan No 21 Surabaya. 

Meski lama tinggal di Surabaya, logat Bataknya masih kental. Walaupun ia mengerti berbagai diksi atau bahasa Jawa ala Suroboyoan. Robets Bayoned, pimpinan Luntas menyebut bahwa Hason adalah sosok yang sangat peduli dengan eksistensi ludruk. Terutama budaya Surabaya. 

“Grha Putih cukup bersemangat untuk mendukung kegiatan luntas, karena sampai saat ini, ludruk tetap digemari masyarakat Surabaya dan efektif menjangkau masyarakat,” jelas Ketum Grha Putih, Ahmad Akbar,
Sukses untuk LUNTAS, Merdeka !! (gp/tim)



Posting Komentar

0 Komentar