Ticker

6/recent/ticker-posts

Ganjar Pranowo dan Sri Mulyani Sebar 6,6 Ton Apem Ya Qowiyyu di Klaten

JAKARTA || grhaputih.com

Dikutip dari radarsolo.jawapos.com - Tradisi sebaran apem Yaa Qowiyyu kembali digelar Jumat (1/9). Sebanyak 6,6 ton apem ludes direbut ribuan warga yang berjubel di Lapangan Klampeyan, Kelurahan Jatinom, Kecamatan JatinomKlaten.

Sekretaris Pengelola Pelestari Peninggalan Kyahi Ageng Gribig (P3KAG) Daryanto mengawali prosesi sebaran apem. Kemudian dilanjutkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang hadir dalam tradisi tersebut. Disusul Bupati Klaten Sri Mulyani yang ikut menyebar apem kepada masyarakat dari atas amphiteater.

Sebaran apem itu kemudian dilanjutkan oleh panitia dari atas menara di Lapangan Klampeyan tersebut. Ribuan warga pun berebut untuk mendapatkan apem yang disebar itu. Mereka memiliki keyakinan akan mendapatkan berkah dari apem yang sebelumnya dikirab dan didoakan tersebut.

“Mudah-mudahan tradisi Yaa Qowiyyu ini terus berjalan. Mengingat tradisi ini menggerakan banyak hal. Yang pertama silaturahmi, kedua ibadah kita yang tidak pernah berhenti, yang senantiasa selalu berdoa. Kemudian kerukunan antar warga,” ucap Gubernur Jawa TengahGanjar Pranowo.

Momen tradisi sebaran apem Yaa Qowiyyu itu juga dimanfaatkan Ganjar untuk berpamitan kepada masyarakat. Mengingat sudah 10 tahun lamanya dipercaya mengemban amanah sebagai Gubernur Jawa Tengah. Dirinya akan purna tugas pada 5 September.

“Saya menyampaikan terima kasih atas dukungannya. Terima kasih atas amanahnya. Saya mohon maaf apabila ada kekurangan. Saya mohon maaf kalau ada kesalahan. Tentu saja panjenengan semua menjadi Jawa Tengah pancen ngenten (menunjukan jari jempol),’ ucap Ganjar.

Sementara itu, Bupati Klaten Sri Mulyani mengungkapkan, tak terasa satu tahun sudah kembali melakukan sebaran apem Yaa Qowiyyu. Menurutnya, tradisi tersebut berjalan begitu khidmat dan penuh makna.

“Kita ambil makna bahwa kita berbagi ya. Yang mampu kepada yang membutuhkan. Tentunya yang membutuhkan dimanfaatkan dengan baik apem yang didapatkan. Semoga masyarakat Klaten, semakin guyub, bersatu dan sejahtera,” ucap Mulyani.

Lebih lanjut, Mulyani menjelaskan, tradisi sebaran apem Yaa Qowiyyu itu menjadi aset tradisi wisata religi. Menurutnya, kedepannya tradisi tersebut perlu dilestarikan dan dikembangkan. Melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak yang setiap tahunnya dilakukan evaluasi dalam penyelenggaraannya.

“Untuk rangkaian sebaran apem ini sebenarnya sudah dilaksanakan sejak seminggu yang lalu. Untuk apem ini dari masyarakat Jatinom, Pemerintah Kecamatan Jatinom dan Pemkab Klaten yang semalam sebelumnya sudah dikumpulkan menjadi satu,” tambahnya.

Salah satu pengunjung tradisi sebaran apem Yaa Qowiyyu, Pasimen Tabrani, 83, asal Kota Salatiga. Dirinya menggunakan bus untuk bisa sampai ke Lapangan Klampeyan untuk merebutkan kue apem yang disebar.

“Ini sudah ke-47 kalinya saya mendatangi sebaran apem ini. Setiap tahunnya selalu datang kecuali ketika covid-19. Ini sudah menjadi tradisi orang tua saya yang kemudian saya lanjutkan sampai saat ini,” ucapnya.

Pasimen mengaku, apem yang didapatkan selalu dimakan bersama anggota keluarganya. Meski menyakini apem membawa berkah tetapi dirinya tetap meminta kepada Tuhan untuk selalu diberikan kesehatan.(gp/tim)


Posting Komentar

0 Komentar