Ticker

6/recent/ticker-posts

Rekam Jejak Ganjar Pranowo, Menilik Perjalanannya dari Mahasiswa Sampai Gubernur Jawa Tengah

JAKARTA|| grhaputih.com

Dikutip dari PikiranRakyat.com - "Kalau saya menonton film porno salahnya di mana? Saya dewasa, punya istri. Yang enggak boleh itu saya kirim-kirim itu, karena yang mengirim itu kena UU ITE dengan tuduhan menyebarkan," demikian pernyataan Ganjar Pranowo dalam siniar yang tayang di kanal YouTube Deddy Corbuzier pada 2019.

Pernyataan Ganjar Pranowo itu menimbulkan beragam reaksi publik. Bahkan menjadi rekam jejak yang kerap diungkit.

Ganjar Pranowo, politisi yang lahir di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada 28 Oktober 1968. Dia merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Dia mengawali karier politik sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Mula-mula Ganjar Pranowo menjadi simpatisan.

Eks Gubernur Jawa Tengah itu mulai bergabung dengan PDIP pada zaman Orde Baru. Partai berlogo banteng moncong putih itu menjadi kendaraan politiknya, mencicipi berbagai jabatan. Lalu bagaimana rekam jejaknya di dunia politik Indonesia?

Bermula dari aktivis kampus

Kehidupan Ganjar di Universitas Gadjah Mada tidak hanya menjalani perkuliahan saja. Kader PDIP itu juga aktif berorganisasi.

Saat menjadi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, dia bergabung dengan Mahasiswa Justicia Club atau Majestic-55. Organisasi kemahasiswaan itu bergerak di bidang alam dan lingkungan, dan terpilih memimpin Majestic-55 pada 1988-1990.

Bukan hanya organisasi tersebut, dia juga aktif di Gedek (Gerakan Demokrat Kampus). Organisasi itu semakin mendekatkannya dengan politisi PDIP waktu itu, Mbah Tardjo atau Soetardjo Soerjogoeritno.

Anggota DPR

Ganjar memulai karier politiknya menjadi anggota DPR periode 2004-2009, masuk dalam Komisi IV yang berfokus di bidang Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Kelautan, Perikanan, Pangan, Fraksi PDIP. Pada 2007-2009, dia juga menjadi Ketua Pansus RUU tentang Partai Politik di DPR.

Selain itu, pada tahun yang sama, dia juga menjadi Ketua Pansus tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD di DPR. Kariernya di Senayan kembali berlanjut, dalam Pemilu Legislatif 2009, dia kembali menjadi anggota DPR.

Pada periode tersebut, mula-mula Ganjar tidak lolos ke Senayan. Namun dia didapuk menjadi anggota Komisi IV untuk menggantikan Jakob Tobing, politisi PDIP yang diamanahi menjadi duta besar untuk Korea Selatan oleh Presiden Republik Indonesia kala itu, Megawati Soekarnoputri.

Di periode kedua (2009-2013), dia bertugas di Komisi II DPR yang membidangi Pemerintahan Dalam Negeri, Otonomi Daerah, Aparatur Negara, Reformasi Birokrasi, Pemilu, Pertanahan dan Reformasi Agraria. Ganjar terpilih menjadi wakil ketua di komisi itu.

Kala itu, dia juga menjadi anggota Pansus Angket Bank Century di DPR (2009-2010) serta menjadi anggota Timwas Century di DPR (2010-2013). Dengan demikian, pria asal Karanganyar itu sepuluh tahun berkiprah di Senayan.

Kendati demikian, perjalanannya tak mulus. Pada periode pertama sebagai anggota DPR, dia sempat menjadi sorotan lantaran namanya ada dalam dokumen asus aliran dana BI (2008), tapi suami Siti Atiqoh Supriyanti itu tak terbukti bersalah.

Gubernur Jawa Tengah

Setelah sepuluh tahun berkiprah di Senayan, Ganjar melanjutkan karier politiknya menjadi Gubernur Jawa Tengah. Dia maju bersama Heru Sudjatmoko dengan tagline Mboten Korupsi Mboten Ngapusi atau yang berarti tidak korupsi tidak membohongi.

Pasangan Ganjar-Heru menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah usai memperoleh suara 48,82 persen. Pada periode tersebut, dia dilantik di Semarang, pada Jumat, 23 Agustus 2013.

Pada periode selanjutnya, dia kembali terpilih menjadi orang nomor satu di Jawa Tengah. Dalam pemilihan kepala daerah, Ganjar dan Taj Yasin Maimoen menang dengan perolehan suara 58,78 persen.

"Tuanku ya Rakyat, Gubernur cuma mandat,"

 demikian pernyataan dalam profil media sosialnya saat menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah.

Walakin, sewaktu menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah, dia disebut-sebut menerima uang proyek e-KTP. Namun eks penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengungkapkan, kader PDIP itu tak terbukti terlibat dalam kasus korupsi e-KTP.

Kasus e-KTP misalnya, kan sering Pak Ganjar disebut tuh di kasus itu, saya berani berbicara bahwa memang pemenuhan alat buktinya belum masuk standar pembuktian. Kenapa saya bilang begitu? Penyidiknya dulu saya kok, jadi saya yang lebih tahu," ujar Novel Baswedan dalam siniar yang tayang dalam kanal YouTube-nya.

Di samping kasus itu, Ganjar Pranowo juga mendapat sorotan lantaran dianggap tak berpihak kepada petani karena dinilai mendukung pembangunan pabrik semen di Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah.

Selain itu, dia mendapat sorotan lantaran kasus Tambang Wadas, Bener, Purworejo. Gerakan Wadas Melawan mendesak Ganjar mencabut IPL (Izin Penetapan Lokasi) penambangan batu andesit untuk proyek Bendungan Bener.

Dia menegaskan, penambangan tersebut untuk kepentingan material proyek strategis nasional Bendungan Bener. Ganjar mengungkapkan, hal itu merupakan ranah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Batalnya Piala Dunia U20 digelar di Indonesia menjadi salah satu hal yang menjadi perhatian. Pasalnya, kader PDIP itu secara terang-terangan menolak timnas Israel berlaga dalam kompetisi bergengsi itu.

Dia bahkan mengatakan, penolakannya itu merupakan wujud dari mengamalkan komitmen Bung Karno terhadap Palestina.

Saat memimpin Jawa Tengah, dia meluncurkan beragam program. Salah satu programnya adalah Jateng Gotong Royong, lebih dari satu juta rumah laik huni dibangun.

Dia juga membuat program rumah DP nol persen, untuk membantu masyarakat punya rumah sendiri tanpa uang muka. Berdasarkan data, angka kemiskinan Jawa Tengah juga mengalami penurunan.

Pada Maret 2014, angka kemiskinan di provinsi tersebut mencapai 4,83 juta jiwa, setahun kemudian berkurang menjadi 4,58 juta jiwa. Penurunan juga terjadi pada Maret 2016, angka kemiskinan kala itu 4,51 juta jiwa, selanjutnya September 2017 angka kemiskinan 4,20 juta jiwa, setahun berikutnya, angka kemiskinan kembali berkurang menjadi 3,87 jiwa.

Pada September 2019, angka kemiskinan 3,68 juta jiwa, setahun berelang angka kemiskinan meningkat lantaran diterpa pagebluk Covid-19, kala itu angka kemiskinan 3,98 juta jiwa, dan pada September 2022 angka kemiskinan 3,86 juta jiwa.

Pencapaian Ganjar mengentaskan kemiskinan di Jawa Tengah diakui pengamat ekonomi dari Universitas Diponegoro Wahyu Widodo. Dia menilai, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah selama dipimpin Ganjar Pranowo stabil.

Menilik data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jawa Tengah mengalami peningkatan pada tahun 2022. Pada tahun 2021, IPM sebesar 72,16 persen, sedangkan pada 2022 sebesar 72,79 persen.

Dalam survei Indeks Kebahagiaan BPS, warga Jawa Tengah dilaporkan semakin bahagia di bawah kepemimpinan Ganjar. Pada tahun 2021, Indeks Kebahagiaan mencapai 71,73 persen.

Urus daerah lain

Salah satu hal yang menjadi sorotan publik adalah pada Sabtu, 24 Juni 2023, ketika Ganjar menelepon Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono. Kala itu, kader PDIP itu blusukan di Pasar Anyar Bahari, Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Seorang pedagang mengadu ke Ganjar mengeluhkan pasar yang sepi lantaran kalah dengan penjualan online. Sang pedagang juga mengeluh ihwal biaya retribusi bulanan yang dinilai cukup memberatkan.

Heru Budi mengungkapkan, keluhan itu telah dikomunikasikan dengan Sekretaris Daerah DKI Jakarta Joko Agus Setyono dan PD Pasar Jaya.

Aktivitas Ganjar blusukan hingga menghubungi Heru Budi itu membuat sejumlah pihak buka suara. Tak sedikit yang menilai bahwa apa yang dilakukan Ganjar kebablasan.(tim/gp)





Posting Komentar

0 Komentar