Ticker

6/recent/ticker-posts

Ngobrol Bareng Buruh, Ganjar Pranowo Bahas Soal Kesejahteraan

JAKARTA ||grhaputih.com

Dikutip dari JawaPos.com - Bakal Calon Presiden (Bacapres) Ganjar Pranowo mengunjungi salah satu rumah perwakilan buruh di Kampung Bunisari Kulon, Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Kedatangannya untuk melakukan diskusi sekaligus bersilahturahmi dengan para buruh.
 
Ganjar turut didampingi oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena. Setibanya di rumah salah satu perwakilan buruh, Ganjar sempat berbicang-bincang dengan buruh untuk menyerap aspirasi.
 
“Alhamdulillah hari ini bertemu sekaligus bersilahturahmi," kata Ganjar.

Menurut eks Gubernur Jawa Tengah ini, para buruh menyampaikan beberapa hal kepadanya. Seperti mengenai langkah kongkret yang harus dilakukan untuk mensejahterahkan kaum buruh.
 
“Tapi tadi kawan-kawan buruh menyampaikan beberapa hal menjadi agenda perjuangan, tentu bagaimana buruh sejahtera, bagaimana menghitung upah, karena kami punya pengalaman perhitungan upah, tadi saya sampaikan ke temen-teman. Apakah kita masih akan menggunakan rezim upah minum, atau adakah cara lain,” jelas Ganjar.

“Bagaimana cara menghitung apakah dengan pola ketemtuan hari ini inflasi pertumbuhan ekonomi atau survei KHL (Kebutuhan Hidup Layak), mana yang kira-kira oke,” imbuhnya.
Hanya saja menurut Ganjar, langkah-langkah itu tidak bisa terwujud bila investasi di Indonesia tak berjalan dengan baik.
 
“Namun itu tak cukup, kita harus bicara investasi harus gampang masuk ke Indonesia agar bisa menyerap tenaga kerja. Yang tidak terserap bagaimana? Kita harus buat menyiapkan kewirausahaan untuk mereka dengan pelatihan dibutuhkan,” tutur Ganjar.
Selain itu, pria berambut putih ini mengaku kerap berkomunikasi dengan buruh terkait isu-isu kesejahteraan mereka. Hal tersebut selalu dilakukannya ketika menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah (Jateng) selama dua periode.
 
“Sebenarnya tadi cerita upahnya seperti cara menghitung, kita komunikasi aja dibuka. Jangan-jangan pikiran hebatnya jadi lebih bisa keluar, tapi kedua saya ingatkan juga kalo investasi tidak gampang lapangan kerja tidak akan mudah, meskipun kita bisa mencari alternarif berikutnya,” pungkas Ganjar.(tim/gp)




Posting Komentar

0 Komentar